
BANUA BAKABAR – Windardi Sethiono, Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel, membawa 16 orang pengurus dari DPK dan DPP Apindo Kalsel pada Rapat Kerja Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke 35 di Makassar. Kegiatan berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Agustus 2026, bertempat di Hotel Claro Makassar.
Hampir 1000 pengusaha dari seluruh Indonesia hadir dalam Rakerkonas tersebut, mengambil tajuk “Ketahanan Ekonomi Nasional; Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global”, dihadiri sejumlah Menteri dan Wakil Ketua DPR RI, bersama sejumlah anggota DPR RI, Gubernur serta Bupati dan Walikota.
Turut hadir Wakil Presiden ke 10 dan 12, HM Yusuf Kalla dan pengusaha senior Sofjan Wanandi, serta sejumlah pengusaha senior lainnya dari berbagi wilayah di Indonesia.
Rakerkonas berlangsung sangat meriah, membahas sejumlah isu terkini menyangkut problem ekonomi yang dihadapi para pengusaha, akibat kebijakan ekonomi nasional, termasuk fragmentasi global yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Bukan hanya sesi-sesi dialog dari sejumlah Menteri dan pakar ekonomi, juga ada bazar UMKM dan perusahaan yang memperkenalkan produk dan hasil usahanya.
Filosofi pelaut Bugis yang mampu menghadapi ombak dan pantang surut ketika layar terkembang, seperti memberikan gambaran tentang tantangan yang sedang dihadapi para pengusaha sekarang ini.
“Sebesar apapun gelombang, harus dihadapi, karena itulah sejatinya mental para pelaut, pun pengusaha demikian pula, harus mampu menghadapi segala tantangan ekonomi, untuk dikelola demi kemajuan bangsa”, kata Shinta W Kamdani, Ketua DPN Apindo, dalam sambutan pembukaan yang dia sampaikan.
Sementara itu, Winardi Senthiona, mengaku banyak mendapat pembelajaran dari Rakerkonas ini, terutama bagi penguatan Apindo Kalsel ke depan, termasuk perlunya pembentukan DPK di seluruh Kabupaten dan Kota di Kalsel, agar para pengusaha berhimpun pada satu wadah yang tepat, mengingat situasi dan dinamika ekonomi penuh tantangan, perlu kolaborasi, koordinasi dan jejaring yang kuat dari para pengusaha.
Lebih lanjut Winardi mengatakan, Idealnya seluruh pengusaha menjadi bagian dari Apindo, sehingga bisa saling menguatkan satu dengan lainnya. Bila pengusaha benar-benar bersatu, maka perekonomian akan maju, karena fokus dari Apindo adalah penciptaan lapangan pekerjaan dan advokasi kebijakan yang menghambat kemajuan berusaha bagi pengusaha, termasuk UMKM.
Terlebih menghadapi situasi serba ketidak pastian seperti sekarang ini, sulit bagi pengusaha bila tidak berhimpun dalam satu wadah yang tepat.
Persaingan bukan saja bersifat lokal, namun juga global, termasuk fragmentasi global yang membawa pengaruh sangat besar bagi nilai tukar rupiah, pasokan barang karena krisis energi, serta dampak el-nino yang menyebabkan kekeringan dan gagal panen, semua itu mengganggu perekonomian secara umum. Dengan berhimpun pada satu wadah, pengusaha dapat saling bekerjasama, menghadapi situasi paling sulit sekalipun, kata Winardi Sethiono.
Rapat-rapat komisi juga membahas terkait penguatan keorganisasian dan program Apindo 2026-2027, serta merumuskan sejumlah rekomendasi untuk memberikan masukan kepada pemerintahah Prabowo, agar kebijakan pemerintahan jangan sampai memperparah situasi ekonomi, yang menyebabkan pengusaha sulit mengembangkan usahanya. Termasuk kebijakan perpajakan, perizinan, pelaporan usaha, permodalan, kredit perbankan, pasokan bahan bakar, dan kerja birokrasi yang panjang, mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, sehingga produk pengusaha tidak dapat bersaing di pasar global.
Apindo ingin membersamai pengusaha dalam menghadapi berbagai tantangan, dan Rakerkonas ini bagian dari konsultasi para pengusaha, agar mampu menghadapi tantangan tersebut, kata Winardi Sethiono, mengakhiri penjelasannya. (nm)






