

BANUA BAKABAR, BARITO TIMUR — Pengurus dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Jabal Nur Tamiang Layang menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Jumat malam, 4 September 2026, bertepatan dengan 22 Rabiul Awal 1448 H.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur, H. Khairani, S.H.I., M.H., Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur Drs. H. Zain Alkim, ulama, guru agama, tokoh masyarakat, jamaah Masjid Jabal Nur serta undangan lainnya.
Dalam peringatan tersebut, panitia menghadirkan Ustadz Ahmad Rifa’i, Khodim Majelis Ta’lim Sholawatiyyah Pasar Senin Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, sebagai penceramah.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad Rifa’i mengajak seluruh jamaah menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga akhlak dan hubungan dengan sesama.
Ia menceritakan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW yang senantiasa memberikan perhatian kepada para sahabat dan orang-orang di sekitarnya, termasuk kepada seorang sahabat bernama Julaibi.
Menurutnya, kisah Julaibi menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW tidak pernah memandang seseorang berdasarkan rupa, status maupun kedudukannya. Rasulullah SAW justru memberikan perhatian, penghargaan dan kasih sayang kepada orang-orang yang mungkin dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
“Kita harus belajar dari bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan para sahabatnya. Beliau sangat memperhatikan umatnya, termasuk orang-orang yang secara sosial mungkin tidak mendapatkan perhatian dari orang lain,” ujar Ahmad Rifa’i dalam tausiyahnya.
Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak cukup hanya dengan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi dengan meneladani akhlak dan sunnah beliau.
Ahmad Rifa’i juga mengajak jamaah untuk membiasakan diri menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal berpakaian ketika melaksanakan ibadah.
Salah satunya, ia mengingatkan jamaah untuk mengikuti sunnah mengenakan pakaian berwarna putih ketika melaksanakan salat Jumat.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka mari kita hidupkan sunnah-sunnah beliau. Jangan hanya mencintai dengan ucapan, tetapi juga dengan mengikuti apa yang beliau contohkan,” pesannya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat semakin memperkuat kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong umat Islam untuk memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi dan meningkatkan amal ibadah.
Kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Kelancaran acara turut didukung para relawan yang membantu mengatur arus lalu lintas serta parkir kendaraan jemaah di sekitar masjid.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa. Para jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat hingga selesai. (Ahmad Fahrizali)






