Rumah Duka Jadi Sasaran Pencurian, Dua Ponsel dan Uang Takziah Raib

DEPOK, BANUABAKBAR.COM – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura melayat terjadi di kawasan Gang Masjid, Cisalak, Kota Depok, Senin (5/5/2026). Seorang wanita paruh baya diduga memanfaatkan suasana duka sebuah keluarga untuk mengambil dua unit telepon genggam serta uang takziah.

Peristiwa itu terjadi saat sebuah keluarga tengah berduka atas meninggalnya salah satu anggota keluarga. Sejak pagi hingga siang hari, rumah duka dipadati kerabat dan pelayat yang datang silih berganti.

Situasi rumah yang ramai dan penuh kesibukan diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Berdasarkan keterangan keluarga, wanita tersebut datang seorang diri dan mengaku sebagai teman semasa sekolah dasar almarhum.

Pelaku kemudian berbaur dengan para pelayat dan sempat menawarkan diri membantu membereskan rumah, termasuk mencari peralatan kebersihan.

“Ia terlihat seperti ingin membantu, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan, apalagi kondisi ibu kami yang sudah lanjut usia dan fokus pada suasana duka,” ujar salah satu anggota keluarga.

Saat jenazah diberangkatkan ke pemakaman, sebagian besar anggota keluarga ikut mengantar. Di rumah hanya tersisa ibu almarhum, beberapa kerabat jauh, serta tetangga terdekat.

Dalam kondisi tersebut, pengawasan terhadap barang-barang di dalam rumah menjadi berkurang. Setelah keluarga kembali dari pemakaman, mereka mendapati dua unit telepon genggam yang sebelumnya sedang diisi daya di dalam kamar telah hilang.

Selain ponsel, uang takziah yang disimpan di bagian belakang rumah juga dilaporkan raib.

Keluarga kemudian mencoba melacak salah satu telepon genggam menggunakan fitur GPS. Hasil pelacakan menunjukkan perangkat tersebut telah berpindah lokasi ke wilayah Pondok Gede.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan, termasuk yang memanfaatkan momen duka.

Pihak keluarga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima orang asing yang datang bertakziah serta meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang berharga saat rumah dalam kondisi ramai.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan masyarakat bisa lebih waspada, meskipun dalam suasana sosial seperti takziah,” ungkap keluarga korban.(Okta/BB).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *