Kelangkaan Solar di SPBU Warembungan Diduga Dipicu Mobil Tangki Modifikasi

MINAHASA, BANUABAKABAR.COM Sebuah video yang direkam oleh seorang sopir truk mendadak viral setelah ia meluapkan kekecewaannya terhadap antrean solar yang tak kunjung usai di SPBU Warembungan, Kabupaten Minahasa. Dalam video tersebut, sang sopir menuding adanya praktik “mafia solar” yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk menimbun BBM bersubsidi.

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, pria yang berada di balik kemudi truk menunjukkan barisan kendaraan yang sedang mengantre. Ia secara spesifik menyoroti sebuah mobil minibus (Kijang) berwarna merah yang menurutnya memiliki kapasitas tangki tidak wajar.

”Ini Pak Kapolda, coba lihat ini. Satu oto (mobil) Kijang ini dia punya tangki 200 liter. Ini sudah tidak layak pakai, tapi bolak-balik mengisi. Sudah dua kali dia masuk hari ini,” ujar sopir tersebut dengan nada geram.

Ia mengeluhkan betapa sulitnya sopir truk logistik seperti dirinya untuk mendapatkan solar demi melanjutkan pekerjaan, sementara kendaraan yang diduga milik penimbun bebas mengantre berkali-kali.

Sopir tersebut juga menyampaikan pesan terbuka kepada pemerintah dan pihak Kepolisian agar memperketat pengawasan di setiap SPBU, khususnya di wilayah Warembungan yang sering terjadi antrean panjang.

Ia berharap ada petugas kepolisian atau aparat yang berjaga langsung di area pengisian BBM untuk meminimalisir praktik nakal tersebut.

”Setengah mati kami cari nafkah tapi harus terhambat antrean orang-orang ini. Kalau boleh, ada aparat yang berjaga di Pertamina (SPBU) seperti ini supaya tertib dan tepat sasaran,” tambahnya.

Fenomena tangki modifikasi atau “mobil pelangsir” memang menjadi momok bagi para pengguna jalan dan sopir angkutan barang. Hal ini menyebabkan stok solar subsidi seringkali habis dalam waktu singkat, padahal banyak kendaraan ekspedisi dan angkutan umum yang lebih membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak Pertamina dan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara segera merespons laporan warga ini dengan melakukan sidak di lapangan untuk menindak tegas oknum-oknum yang bermain dengan BBM subsidi.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *